Halsel, Haliyora
Puluhan massa aksi tergabung dalam organisasi Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama masyarakat Kecamatan Gane Barat kecam Anggota DPRD Halsel lantaran dinilai tidak peduli warga penerima bantuan hunian tetap (Huntap).
Kecaman mereka disampaikan dalam gelar unjuk rasa di kanor wakil rakyat Halsel, Senin (05/04/2021).
Ketua GPM Halsel, Harmain Rusli dan Ketua DPC GMNI Halsel, Sumitro Komdan berorasi bergantian di depan kantor DPRD mendesak enam anggota DPRD Halsel dari Dapil III Gane untuk mengawal tuntas masalah Huntap yang belum dibangun PT. Jera Bangun Persada sebagai aplikator.
Sementara Hatab Hasim, salah satu warga Desa Lemo-Lemo Kecamatan Gane Barat saat diwawancarai Haliyora di depan kantor DPRD Halsel Senin (05/04/2021) mengatakan, ada 79 unit Hunian tetap di Desa Lemo-Lemo dan 39 unit Huntap di desa Papaceda dan desa lainya belum juga dibangun.
“Torang su bertahan hidup di rumah darurat kurang lebih dua Tahun sejak 2019 hingga masuk Tahun 2021, namun huntap tara kunjung-kunjung dibangun. Kami masyarakat semua minta dukungan dan pengawalan ketat DPRD Halsel, apalagi ini mau masuk bulan ramadhan, kasihan torang hidup di gubuk yang dibangun seadanya,” keluhnya.
Hatab mengatakan, dari Tahun 2020 warga korban gempa yang kehilangan tempat tinggal bertahan hidup dengan uang Rp 3.000.000 (uang tunggu) dan tinggal di rumah gubuk yang dibangun memakai sisa-sisa material rumah rusak akibat gempa.
Ketika berdialog dengan perwakilan massa aksi di ruang rapat paripurna Komisi III DPRD Halsel, Sekertaris Komisi III, Ruslan Mohdar mengatakan masalah Huntap sudah lama dikeluhkan mayarakat penerima bantuan.
Dirinya berjanji Komisi III akan memanggil BPBD Halsel untuk melakukan rapat dalam waktu dekat dengan melibatkan Kantor Cabang Pembantu BRI untuk menjawab aspirasi atau kelauhan masyarakat tersebut. “Kami juga akan bentuk Pansus,” janji Ruslan.
Lanjut Ruslan, Komisi III juga bakal menindaklanjuti keluhan masyarakat penerima bantuan Huntap tersebut ke BNPB Pusat terkait juknis bantuan Rumah Tahan Gempa (RTG) yang ditolak masyarakat karena alasan tidak sesuai kondisi Halsel (panas).
Senada, anggota DPRD Fraksi PKS dari Dapil III, Humain Kiat pada kesempatan itu menegaskan fraksinya mendukung penolakan warga penerima bantuan Huntap yang bakal mengembalikan bantuan rumah dalam bentuk uang sebab kondisi rumah yang dibangun tidak dapat ditempati karena panas.
“Kami Fraksi PKS sangat mendukung aspirasi masyarakat dan akan menindaklanjuti dalam rapat lintas komisi,” tandasnya.
Sekedar diketahui hering terbuka dipimpin Sekertaris Komisi III, Ruslan Mohdar, beserta anggota Komisi III yakni Benyamin Daud, Humain Kiat, Abdul Lubis Noh, Mohtar Sumaila, Haryadi Ibrahim dan Rustam Jalil. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!