Tobelo, Haliyora.
Ratusan warga diungsikan akibat banjir merendam pemukiman dan merusak rumah mereka, pada Sabtu (16/01/2021).
Namun jumlah kerusakan rumah warga belum diketahui. Pemda setempat sementara melakukan pendataan kerusakan rumah warga dan jumlah warga yang mengungsi.
Informasi ini disampaikan Pelaksana Tugas (PLT) Sekda Halmahera Utara, Yudihart Noya kepada Haliyora, Minggu (17/01/2021).
Yudihart menjelaskan, ada dua sungai yang jebol mengakibatkan banjir pada sabtu kemarin (16/1/2021), yakni sungai Wailamo Kecamatan Kao Barat yang merusak puluhan rumah di desa Bailengit. Sementara jebolnya sungai Tiabo merendam dam merusak rumah warga di desa Roko, Kecamatan Galela Barat.
.
“Warga dua desa di dua kecamatan kehilangan tempat tinggal akibat banjir. Terjadi banjir lantaran jebolnya sungai Wailamo di Kao Barat dan sungai Tiabo di Galela Barat,” jelas Sekda
Kata sekda, untuk kerusakan rumah di beberapa titik banjir yang dibilang parah, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara sedang melakukan pendataan.
“Sementara BPBD lagi mendata jumlah kerusakan rumah warga,” ucapnya.
Petugas kesehatan Halut, sambung Yudihart, juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada 565 jiwa pengungsi yang berada di posko pengungsian.
“Tim kesehatan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada 565 korban banjir,” pungkasnya. (fik-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!