Morotai, Haliyora
Taman Kota di Kabupaten Pulau Morotai yang menjadi destinasi wisata berbagai kalangan itu kini tak terurus, bahkan dibiarkan terbengkalai begitu saja.
Taman yang berukuran 60 meter per segi itu merupakan buah karya bupati pertama Pulau Morotai, Rusli Sibua. Saat itu Rusli menggagas taman tersebut sebagai ruang publik kota yang dilengkapi fasilitas mainan anak-anak.
Di masa Rusli berkuasa, Taman Kota itu menjadi wisata favorit warga untuk berlibur bersama keluarga, bahkan menjadi tempat santai berbagai kalangan.
Kini, karya indah mantan Bupati Pulau Morotai pertama di tengah Kota Daruba, Ibu Kota Kabupaten Pulau Morotai itu nampak kusam, ke-elokannya hilang, sudah tidak nyaman lagi menjadi tempat santai bagi warga.
Pantauan Haliyora, pada Sabtu (19/12/2020), Taman Kota terlihat kotor. Sejumlah fasilitas bermain anak-anak juga sudah mulai rusak, termasuk fasilitas umum lainnya. Dua menara taman bagian depan terancam roboh.
Sebuah kolam air di tengah taman juga telah kering, yang menurut warga, kolam tersebut tak terisi air lagi setahun belakangan, sehingga dinding-dinding dan lantai kolam terlihat retak.
“Beberapa bangunan di taman ini so retak samua. Kita khawatir itu dua tiang menara patung burung itu takut dia rubuh, karena semua beton dindingnya sudah jatuh dan besi cor so terlihat semua,” kata Ifai, warga Gotalamo saat ditemui Haliyora di taman Kota Daruba, Sabtu (19/12/2020).
Senada, Jul, warga desa Daruba Pantai juga mengatakan bahwa Taman Kota Daruba ini tidak terurus sehingga fasilitas bangunannya sudah banyak yang rusak dan seharusnya diperbaiki.
“Taman ini so tara terurus, lantai bangunan yang ada so pica-pica samua. Rumput-rumpur liar tumbuh dimana-mana, air mancur di tengah taman juga so lama tara bajalang. Tong santai di sini juga tara nyaman dan asyik lagi,” ucapnya.
Sementara saat dikonfirmasi Haliyora, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai, Anwar Marasabessy mengaku masalah Taman Kota sudah pernah dibahas oleh dinas, hanya saja DLH tidak bisa berbuat banyak karena tidak ada anggaran.
“Tong internal so bahas, Cuma masalahnya dia punya anggaran tarada,”ungkapnya.
Anwar mengaku dirinya juga prihatin melihat kondisi taman, terutama kondisi dua menara burung yang hampir roboh.
“Saya juga prihatin, juga khawatir dua menara itu roboh dan menimpa orang yang lewat atau duduk santai di bawahnya. Makanya saya pernah suruh kepala pidang untuk melaporkan kondisi taman kota itu kepada pak bupati. Soalnya anggaran perbaikannya tidak ada,” katanya.
Dia menambahkan, tanggungjawab perawatan taman itu ada di Dinas Perkim, namun sejak 2019 dialihkan ke DLH.
“Namun hingga tahun 2019 dorang so tara urus dan banyak fasilitasnya rusak. Nah nanti so rusak baru dong alihkan ke DLH,” beber Anwar. (Tir-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!