Petani di Ternate Bakal Kecipratan Bantuan Senilai 1,3 Miliar

Ternate, Haliyora

Kadis Pertanian Kota Ternate Thamrin Marsaoly mengatakan, Dana Intensif Daerah (DID) yang dikelola Dinas Pertanian sebesar Rp 1,3 Miliar.

Menurut Tamrin, awalnya alokasi anggaran DID untuk dinas Pertanian sebesar Rp 1,9 miliar, namun dibagi dengan Dinas Tanaman Pangan sehingga sisa Rp 1,3 miliyar,

“Sebenarnya dinas Pertanian punya Rp 1.9, miliar, tetapi kemudian dikasih ke Dinas Tanaman Pangan Rp 600 juta sehingga sisa Rp 1.3 miliar,”jelas Tamrin.

Tamrin menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan skema dan program pemulihan ekonomi. Ia menyebut kurang lebih ada delapan kegiatan prioritas, diantaranya penyediaan bibit, pengadaan profil tank, pupuk dan lain-lain.

“Program bantuan ini tujuannya supaya bisa meringankan beban petani yang kekurangan dana di masa pendemi Covid-19,”ungkapnya.

BACA JUGA  Kades di Taliabu Kembali Diperiksa Terkait Kasus Dana Desa Tahun 2017

Kata Tamrin, bantuan tersebut bersifat langsung. Ia mengaku pihaknya sudah menyiapkan administrasinya, tinggal menunggu waktu eksekusi.

“Ini dinamakan bantuan langsung, dan kita sudah siapkan segala administrasinya, tinggal menunggu perintah dari Walikota, langsung kita jalankan,” kata Tamrin.

Dinas pertanian, lanjut Tamrin, menargetkan pertengahan bulan November bantuan itu sudah disalurkan.

“Kita punya ini pembiayaannya kecil sehingga tidak terlalu sulit, tidak seperti dinas lain. Makanya taget kami pertengahan November sudah harus jalan,”tandasnya.

Terkait dengan waktu penyaluran bantuan sesudah atau sebelum pencoblosan 9 desember, menurut Tamrin pihaknya tidak bisa menargetkan sebelum atau sesudah pilkada.

“Kita tidak bisa menargetkan sebelum atau sesudah pilkada, karena ini adalah bagian dari tuntutan tata tertib beranggaran maka harus dijalankan. Lagi pula setelah pilkada kita libur semua,”jelasnya.

BACA JUGA  Santuni Timses yang Jadi Korban Speedboat Bela 72, Sekprov Maluku Utara : Kami Ikhlas

Tamrin berjanji akan menghimbau kepada pihak penyuluh lapangan maupun petani penerima bantuan atau siapa saja untuk tidak memanfaatkan bantuan negara untuk kepentingan politik.

“Prinsipnya, mau disalurkan sebelum atau sesudah pilkada, kami dari dinas Pertanian punya tujuan hanya menyalurkan bantuan kepada petani, dan kami ingin anggaran ini cepat disalurkan. Tetapi untuk menjawab kekhawatiran sebagian pihak tentang pemanfaatan bantuan untuk kepentingan politik pilkada, maka saya menghimbau kepada penyuluh lapangan, petani dan siapa saja agar tidak mengaitkan bantuan pemerintah ini dengan politik pilkada,”tandasnya. (Sam-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah