Massa Pendukung BK-Muchlis Desak KPU Tolak Pencalonan Usman-Bassam

  • Whatsapp

Halsel, Haliyora.com

Meski Bawaslu dan Gakumdu Halsel sudah menyatakan laporan dugaan kepemilikan ijazah palsu oleh bakal calon Bupati Halsel Usman Sidik tidak memenuhi unsur pidana pemilu dan tidak ditindaklanjuti lagi, tetapi kubu Bahrain-Muhlis tidak menerima. Mereka malah mendesak KPU Halsel agar menolak berkas persyaratan pendaftaran bapaslon Usman-Basam terkait ijazah palsu itu.

Bacaan Lainnya

Desakan itu disampaikan ratusan pendukung Bahrain-Muchlis pada aksi demo di kantor KPU Halsel, Senin, (14/09/2020) sekitar jam 10.00 WIT.

Pantauan Haliyora.com Senin (14/9), ratusan masa aksi mengunakan kendaraan roda 4 (Pic Up) dan puluhan motor datangi Kantor KPU pukul 10:30 WIT. Aksi mereka dihadang aparat kepolisian dan nyaris ricuh.

Dalam orasinya, korlap aksi Amrul Doturu meminta komisioner KPU untuk hearing dengan pendemo. Bahkan ia mendesak KPU menolak pencalonan bapaslon Usman-Bassam dalam pilkada Halsel 2020 dengan alasan kepemilikan ijazah palsu oleh Usman.

Tuntutan yang sama diteriakkan Ridwan Towara, salah satu orator aksi. KPU, kata Ridwan harus menjawab status ijazah Usman yang telah digunakan untuk mendaftar sebagai bakal calon bupati.

“Usman-Basam tidak boleh ikut hajatan demokrasi Pilkada Halsel, KPU harus jawab ijazah milik Usman Sidik yang telah mendaftar di KPU. KPU harus benarkan mana ijazah paslon yang asli dan mana yang palsu dihadapan masa aksi,”tandasnya.

Di akhir orasinya, Ridwan mengatakan masyarakat Halsel masih menginginkan Bahrain memimpin Halsel. Bahkan Ia mengancam akan gelar aksi yang sama melibatkan warga 170 desa sebelum ada kejelasan status ijazah Usman.

“Torang masih mau Bahrain Kasuba pimpin Halsel sebagai Bupati”, sambil mengajak masa aksi tetap semangat mengawal perjuangan ini. 170 Desa masa aksi sudah diakomodir untuk melanjutkan aksi selanjutnya sebelum ada kepastian dugaan ijazah palsu Usman Sidik,”ancam Ridwan. (Asbar_1)

Pos terkait