Ancam Bakar Kantor KPU Halsel, Massa Aksi Dibubarkan Polisi

  • Whatsapp

Halsel, Haliyora.com

Ratusan masa aksi dari Aliansi Generasi Muda Togale (AGMT) Halmahera Selatan (Halsel) dan Aliansi Pemerhati Demokrasi (APD) menggelar demonstrasi di depan kantor KPU, Senin (14/9). Demonstrasi tersebut menuntut agar KPU Halsel menggugurkan Bapaslon Wakil Bupati dan Wakil Bupati Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) karena dugaan Ijazah Palsu milik Usman Sidik.

Bacaan Lainnya

Pantauan Haliyora.com, massa yang memadati ruas jalan di depan kantor KPU dengan kendaraan roda dua dan empat membuat akses jalan tertutup untuk pengguna jalan lainnya selama beberapa jam.

Aksi tersebut bahkan sempat memanas saat masa memaksakan diri untuk masuk ke Kantor KPU, yang mengakibatkan nyaris terlibat baku hantam dengan pihak kepolisian yang ikut dalam pengamanan aksi tersebut.

Karena tidak diizinkan masuk ke kantor KPU oleh pihak keamanan, massa aksi mengancam akan memasang tenda dan tidur di depan kantor KPU Halsel.

Kordinator Aksi Ridwan Towara, dalam orasinya, mengatakan bahwa massa aksi akan terus melakukan demonstrasi di depan kantor KPU Halsel hingga tanggal 23 September mendatang. “Kita akan bunyikan seluruh tiang listrik dan bendera merah putih tetap dikibarkan disertai aksi demo,” teriaknya dalam orasi tersebut.

Ridwan juga mengancam akan membakar kantor KPU Halsel jika tuntutan mereka tidak diterima. “Kami juga tidak segan-segan bakar kantor KPU”, tegas Ridwan

Dia menegaskan bahwa meskipun hanya dua bakal calon yang dianggap memenuhi syarat pencalonan lewat pleno KPU, akan tetapi BK-Muchlis akan hadir sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati dan mendaftar ke KPU pada 23 September nanti.

Hingga pukul 16.00 WIT aksi berjalan semakin memanas dan massa terus mendesak agar Komisioner KPU keluar menemui mereka untuk hering, tapi sayangnya keinginan mereka tidak terpenuhi.

Kesal dengan sikap KPU, massa yang terus memaksakan diri untuk bermalam dengan memasang tenda di kantor KPU dibubarkan oleh pihak kepolisian, sekitar pukul 17.00 wit. Massa yang dibubarkan secara paksa itu langsung berhamburan meninggalkan depan kantor KPU.

Setelah membubarkan massa, pihak kepolisian terlihat mengamankan tenda dan alat peraga aksi lainnya yang ditinggalkan oleh massa aksi. (Asbar_2)

Pos terkait