Angka Positif Bertambah, Pemkot Ternate Harap Pemprov Bantu Tempat Karantina

  • Whatsapp
Jusuf Sunya Sekertaris Kota Ternate (foto : Samsudin/Haliyora.com)

Ternate, Haliyora.com

Problem besar yang dihadapi Pemkot Ternate saat ini adalah tempat karantina baru untuk menampung pasien positif Corona.

Bacaan Lainnya

Itu karena, empat tempat karantina yang disiapkan pemerintah Provinsi maupun Kota Ternate sudah tak mampu menampung pasien lagi. Telah penuh terisi.

Sementara angka kenaikan pasien terkonfirmasi positif di Kota Ternate terus meningkat. Sampai-sampai, puluhan pasien positif terpaksa dikarantina di rumah masing-masing.

Di sisi lain, Pemkot sendiri sudah kewalahan mencari tempat karantina baru. Dua tempat yang diincar untuk dijadikan tempat karantina yakni Asrama Haji dan gedung SKB ditolak warga.

Negosiasi, bujukan dan segala macam cara dilakukan pemkot kepada masyarakat sekitar Gedung SKB dan Asrama Haji tidak membawa hasil. Warga tetap menolak.

Harapan tinggal satu, bantuan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.“Kami berharap pemerintah Provinsi misalnya harus membantu satu tempat karantina,”imbuh Sekkot Jusuf Sunya kepada sejumlah wartawan, Rabu (24/06/2020) di Kantor Walikota Ternate.

Kata Sekkot, Pemerintah Kota Ternate sudah mengalami kepayahan dalam menghadapi masalah ini, sementara kedua aset daerah seperti SKB dan Asrama Haji ditolak oleh masyarakat untuk dijadikan tempat karantina, padahal dua tempat tersebut menjadi strategis.

”Sebentar saya akan ketemu pak Sekda Provinsi untuk membicarakan angka pasien positif di Kota Ternate yang terus mengalami peningkatan, mungkin mereka bisa siapkan satu tempat, penginapan atau Hotel Cornel misalnya,”harap Jusuf.

Jusuf mengatakan, pasien positif harus dikarantina atau diisolasi di tempat tersendiri, karena pakai maskar dan karantina di rumah itu tidak efektif. Sementara proses ini masih lama, dan tidak tau berakhir kapan. Kita punya petugas juga mulai kewalahan

“Tim kita tidak bisa lagi mengawasi mereka selama 24 jam. Kita punya petugas juga mulai kewalahan, dan kita juga tidak bisa menjamin pasien bisa berdiam diri di rumah. Untuk itu saya menghimbau agar kita kerja keras dan melibatkan semua pihak, terutama bantuan Pemerintah Provinsi,” imbuh Sekkot. (Sam)

Pos terkait