Cerita Mas Didin dan Ida di Masa Relaksasi

Ternate, Haliyora.com

Secercah harapan tergambar di pikiran mas Didin, penjual es di belakang Mangga Dua pante. Gerobag es yang terparkir di pinggiran trotor kembali dibuka setelah pemerintah Kota Ternate memberlakukan relaksasi.

Didin berharap ia segera meraih kembali pemasukan Rp 300.000-400.000 per hari dari hasil jualannya seperti dulu.

Empat hari berlalu sejak Didin membuka kembali warung es-nya, banyangan pemasukan 300-400 ribu mulai memudar, lantaran dalam empat hari berturut-turut pemasukannya hanya berkisar 80-100 ribu rupiah.“New normal belum menormalkan penghasilan saya mas,”ujar Didin puitis.

BACA JUGA  16 Mobil Rental Jarang Beroperasi Pemasukan Jamal Nihil

Seperti Didin, ibu Ida juga memulai kembali jualan pisang gorengnya di seputaran Jati, dekat lampu merah. Katanya, ia memulai kembali usaha kecilnya sejak seminggu lalu. Ia mengaku jualannya ternasuk laris, sehingga pendapatannya pun lumayan. Rp 500.000 hingga Rp 600.000 ia kantongi per hari.

“Tapi itu cerita dulu, sekarang ini, so satu minggu kamari ini, paling pe pemasukan 150 ribu, paling banyak 200 ribu. Tapi itu masih pemasukan kotor, jadi kalau bersih kabawa ya paling 75-80 ribu lah,”ungkap Ida.

BACA JUGA  Masker Tak Lagi Laris di Masa New Normal, Penjual pun Menjerit

Baik Didin maupun Ida yang ditemui secara terpisah oleh Haliyora.com pada, Minggu (21/06/2020) berharap covid-19 ini cepat berlalu sehingga usaha mereka berjalan normal seperti dulu. (ul)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah