Masker Tak Lagi Laris di Masa New Normal, Penjual pun Menjerit

- Editor

Sabtu, 20 Juni 2020 - 16:52 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjual Masker (foto : Riko/Haliyora.com)

Penjual Masker (foto : Riko/Haliyora.com)

Ternate, Haliyora.com

Salah satu poin penting dalam protokol kesehatan adalah memakai masker. Di awal pandemi Covid-19, masker sempat menjadi benda langkah di negeri ini.

Alat pelindung mulut dan hidung itu sulit diperoleh. Kalaupun ada, yang punya hanya sedikit stok, pun harganya melambung tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kondisi seperti itu tidak berlangsung lama. Sebab tak berapa lama, warga berinsiatif membuat masker sendiri berbahan kain. Banyak pula pembagian masker gratis oleh organisasi atau lembaga pemerintah.

Peluang ini, diinisiasi oleh sebagian warga Kota Ternate. Maskerpun terpajang di mana-mana oleh penjual eceran.

BACA JUGA  Harga Kopra (masih) Anjlok, Petani Harap Intervensi Pemerintah dan DPRD

Awalnya, “barang” baru ini mendatangkan keuntungan cukup menggiurkan bagi penjual, apalagi di tengah lumpuhnya sektor ekonomi warga dihantam pandemi Covid-19.

Tetapi akhir-akhir ini penjual masker mulai keluhkan pendapatan menurun karena dagangannya kurang laris lagi.

Seperti beberapa penjual masker yang ditemui Haliyora.com, Jum’at (19/06/2020) kemarin.

Adam, penjual masker di seputaran Jati Perumnas, mengatakan pendapatannya mengalami penurunan beberapa Minggu terakhir.

Kata dia, biasanya sehari ia bisa mendapat penghasilan bersih hingga Rp 250.000, tapi sekarang maksimal hanya bisa mendapat pemasukan bersih Rp 100 ribu.

BACA JUGA  Masjid Al-Munawwar Ternate Tetap Laksanakan Shalat Id

“So kurang orang beli masker, mungkin penjual masker so banya ka apa Kong,” ucap Adam Katanya, harga masker yang ia jual per picis 15-20 ribu rupiah.

Alex, penjual masker di daerah pasar Higienis juga berkomentar sama.

Alex mengaku biasanya ia memperoleh keuntungan lumayan, 250.000,- hingga 300.000,- per hari. Tapi sejak dua Minggu terakhir pendapatannya menurun.

“Paling 150.000 sehari skarang. so kurang orang beli masker. Mangkali dong so tara Tako Corona ka apa,” tukasnya. (Rico)

Berita Terkait

Alam Bawah Laut di Tikep jadi Incaran Wisatawan Asing
Natal 2023, Dandim Labuha Kerahkan Prajurit TNI Perketat Keamanan Gereja 
FTW 2023 Bakal jadi Rujukan Pelaksanaan Festival di Indonesia
Ribuan Wisatawan Banjiri Pembukaan FTW 2023 di Sula
Rencana Boikot Festival Pulau Widi Ditanggapi Komisi III DPRD
FTW 2023 Siap Digelar, Menparekraf Hingga Dubes Luar Negeri Bakal Hadir
Waow ! Pemkab Halsel Ancam Boikot Festival Pulau Widi
Sultan Hidayatullah : Pemkot Setengah Hati Bangun Budaya Ternate
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 23:33 WIT

BPSMB Disperindag Malut Intens Awasi Kualitas Pala dan Kopra Sebelum Dipasarkan

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:59 WIT

IMS Diam-diam Ajukan Pengunduran Diri ke Mendagri Bikin DPRD Halteng Geram

Minggu, 21 Juli 2024 - 21:14 WIT

GPM : APBD Gampang Dirampok Pejabat Taliabu Karena Inspektorat Lemah

Minggu, 21 Juli 2024 - 21:10 WIT

Banjir di Halteng, Anggota Komisi III Soroti Kinerja Pemda

Minggu, 21 Juli 2024 - 18:13 WIT

Akademisi Soroti Dana Penyertaan Modal Dipakai Habis Bayar Gaji Perusda Taliabu

Minggu, 21 Juli 2024 - 15:17 WIT

Dr Aji Deni : Visi Sultan Tidore dan Semangat Perubahan di Maluku Utara Realistis

Minggu, 21 Juli 2024 - 13:09 WIT

Banjir Genangi Weda Halmahera Tengah, Warga Minta Tanggungjawab Perusahaan Tambang

Minggu, 21 Juli 2024 - 13:00 WIT

Peringati HBA Ke 64 dan HUT IAD, Kejari Haltim Gelar Tabur Bunga

Berita Terbaru

Munaldi Kilkoda

Headline

Banjir di Halteng, Anggota Komisi III Soroti Kinerja Pemda

Minggu, 21 Jul 2024 - 21:10 WIT

error: Konten diproteksi !!