Halsel, Haliyora.com
Tujuh Ruang kelas (ruang belajar) SMP Negeri 21 Halmahera Selatan yang terletak di desa Suma, Kecamatan Pulau Makian terlihat berantakan. Sepertinya Sekolah itu tidak terurus lagi. Semua pintu ruang belajar (kelas) dibiarkan terbuka. Hanya ruang kantor, leb dan satu unit rumah guru yang terkunci. Kotoran kambing memenuhi semua ruang belajar.

Di depan Gedung, Benderah Merah Putih terlihat lusuh bertengger di puncak tiangnya. Nampaknya sang Merah Putih sudah lama dikibarkan tanpa diturunkan. “Bendera itu tara pernah kase turun so tiga bulan ka apa ni,” ujar warga setempat
Ketua Komite SMP Negeri 21 Halmahera Selatan, Usman menuturkan, sejak didemo Pelajar Mahasiswa Suma pada 16 April 2020 lalu, Kepala Sekolah SMP Negeri 21, Mus Samad tidak pernah nongol lagi.
“Sejak didemo Pelajar mahasisawa itu, dia (Kepala Sekolah, red) so tara buka sekolah. Kegiatan belajar mengajar so ta stop, ruang kelas takunci samua, gedung sekolah me so tara urus. Bendera itu kase nae dari tiga bulan lalau sampai skarang tara kase turun,”terang Usman.
Pantauan Haliyora.com, di gedung sekolah tersebut dua hari lalu terlihat semua ruang kelas terbuka dan dipenuhi kotoran kambing. Hanya ruang kantor, lab serta satu unit rumah dinas guru yang terkunci.(Asbar)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!