Ada “Bocoran” Harga Rapid Test Dibalik Gagal Berangkat 13 Warga Sulut

  • Whatsapp
Keberangkatan penumpang asal Sulut di Pelabuhan Ahmad Yani (foto: Zulfikra/Haliyora.com)

Ternate Haliyora.com

13 calon penumpang KM permata Obi yang berangkat menuju Bitung pada Selasa (12/02/2020) dinihari pukul 02.00 WIT, gagal diberangkatkan. Calon penumpang asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang terdiri 11 laki-laki dan dua perempuan itu dilaporkan tertahan keberangkatannya karena belum memenuhi syarat sesuai protokol penanganan covid-19.

Bacaan Lainnya

Mereka dilarang berangkat oleh pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate serta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 karena belum menjalani prosedur lulus rapid test.

Kesal karena tidak bisa bisa diberangkatkan, calon penumpang tersebut lantas membeberkan alasan belum dilakukannya rapid test. Sebenarnya, para calon penumpang itu mengaku sudah berusaha untuk menjalani prosedur tersebut.

Berdasarkan pengakuan mereka, usaha mereka untuk menjalani rapid test dipersulit oleh petugas labolatorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di salah satu kelurahan dalam wilayah Kecamatan Kota Ternate Tengah. Bocornya informasi besaran harga untuk menjalani rapid test, pun disebut-sebut turut menjadi “andil” gagalnya menjalani test.

“Sebenarnya kita mau melakukan rapid test. Tetapi kita dipersulit oleh Tim Labkesda, dengan alasan karena kita telah melapor ke wartawan bahwa untuk rapid test harus bayar,” ujar Siti Risna, salah satu calon penumpang gagal berangkat itu pada Haliyora.com.

Siti sendiri mengaku baru dua hari di Ternate dari Obi hendak menuju Manado. Awalnya, cerita Siti Risna, mereka disuruh rapid test pada salah satu apotik di Kelurahan Takoma. “Saat kita datang, pihak apotek mengatakan kalian lakukan rapid test di Labkesda. Jujur saja kami ini bingung,” ungkapnya.

Merasa tidak diterima, mereka pun gagal dirapid test. “Di sini dan kesana juga tidak diterima. Akhirnya kami belum rapid (test). Tetapi karena masalah ini akhirnya kami tidak bisa berangkat,” sesalnya (Sam)

Pos terkait