Lagi, Pasien Isolasi Covid-19 Tanyakan Status Penyakitnya

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Para pasien yang divonis mengidap Covid-19 atau terpapar virus Corona yang sementara menjalani isolasi di RSUD Chasan Boesoeri, kembali mempertanyakan status kesehatan mereka.

Bacaan Lainnya

Dalam video singkat yang dikirimkan ke redaksi Haliyora.com via layanan pesan whatsapp, para pasien umumnya berjenis kelamin laki-laki itu, merasa heran mereka masih terus menjalani isolasi dan tanpa ada kejelasan status sakitnya.


Inilah sepenggal cerita Pasien Positif Covid-19 yang sementara diisolasi di RSUD Chasan Boesoeiri Ternate

Dikirim oleh Haliyora.com pada Jumat, 01 Mei 2020


Dalam video itu memperlihat sekitar empat orang pria, dan pria yang mengambil gambar menyapa mereka. umumnya mereka mengaku dalam kondisi sehat walafiat tanpa ada gejala sedang mengidap Covid-19.

“Kami merasa sehat-sehat. Tidak batuk, tidak demam dan gejala lain yang bisa dikatakan mengidap Covid-19,” ujar salah satu pasien dalam video yang berdurasi sekitar 1 menit 20 detik itu.

Dalam video itu juga, mereka merasa heran dengan kondisi pelayanan medis yang mereka terima. “Kalo orang sakit itu terpapar tidak berdaya, ada perawatan khusus. Ini obat juga tarada (tidak diberikan),” sebutnya.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari RSUD Chasan Boesoeri. namun sebelumnya sebagaimana pernah diberitakan, pihak rumah sakit mengaku rutin memberikan obat dan mengontrol para pasien lewat kamera cctv.


Bagaimana tanggapan pihak RSUD Chasan Boesoeri soal curhat “bocoran” perlakuan yang diterima para pasien Covid-19 di ruang isolasi RS tersebut?
Baca beritanya disini
#TetapDiRumah
#LawanCovid19
#Haliyora

Dikirim oleh Haliyora.com pada Kamis, 30 April 2020


Menurut Wakil Direktur Pelayanan, dr. Jubaida Drakel, seluruh pasien yang sedang menjalani perawatan itu diperlakukan layaknya pengobatan terhadap pasien yang sakit dengan memperhatikan segala prosedur yang telah ditetapkan.

“Pasien dijenguk dalam empat shift. Yakni pada pukul 06.00 pagi hingga jam 12 siang, lalu sampai jam 18.00 sore. Selanjutnya antara jam 6 sampai jam 12 tengah malam hingga jam 6 pagi. Jadi dalam satu hari itu ada empat kali jenguk serta diberi makan minum dan obat,” tuturnya. (red)

Pos terkait