Ia menyebut SMA Negeri 2 Ternate sedang membangun kepercayaan publik melalui inovasi pendidikan berbasis teknologi. Apalagi, sekolah tersebut pada 2025 berhasil mengantarkan dua siswanya menorehkan prestasi di level internasional.
Capaian itu, menurut Abubakar, membuktikan sekolah-sekolah di daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat global sepanjang mendapat dukungan dan ruang kreativitas yang memadai.
Ke depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara berharap kegiatan robotik dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan dengan penguatan pembelajaran STEM di sekolah-sekolah.
Abubakar bahkan mendorong SMA Negeri 2 Ternate menjadi pusat pengembangan pendidikan robotik dan teknologi di Maluku Utara.
“Kalau lomba kreativitas dipusatkan di SMA Negeri 5 Ternate, maka robotik dan STEM harus menjadi identitas SMA Negeri 2 Ternate,” kata dia.
Peningkatan minat terhadap robotik di tingkat sekolah menengah menunjukkan perubahan orientasi pendidikan yang mulai bergerak dari pendekatan teoritis menuju pembelajaran berbasis inovasi dan problem solving. Di tengah era kecerdasan buatan dan otomasi, sekolah dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan akademik, tetapi juga generasi yang siap menghadapi transformasi teknologi global. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!