Meski demikian, ia memastikan kondisi distribusi BBM subsidi di Kota Ternate sejauh ini masih relatif aman. “Kalau kita lihat bersama, Ternate sampai saat ini masih biasa-biasa saja. Stok aman, baik Pertalite maupun Biosolar,” ujarnya.
Ia menjelaskan Biosolar merupakan Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM subsidi yang memiliki kuota khusus dari pemerintah. Sementara Dexlite merupakan BBM non-subsidi yang harga jualnya mengikuti mekanisme pasar internasional.
Nasri mengungkapkan dalam rapat tersebut BPH Migas menerima berbagai masukan terkait kebutuhan tambahan kuota Biosolar di Maluku Utara yang dinilai perlu disesuaikan dengan peningkatan konsumsi masyarakat.
Selain itu, sejumlah SPBU di Maluku Utara juga mulai dipersiapkan untuk ikut menyalurkan Biosolar guna mengantisipasi antrean dan potensi kelangkaan di lapangan.
Pemerintah Kota Ternate berharap penambahan kuota Biosolar dapat segera direalisasikan agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas transportasi tidak terganggu dalam beberapa bulan ke depan. (RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!