Warga menginginkan adanya partisipasi aktif dalam penyusunan program serta pembentukan lembaga pengelola CSR yang diinisiasi oleh putra daerah.
Tak berhenti di situ, masyarakat juga mendesak realisasi program beasiswa luar negeri bagi mahasiswa Halmahera Tengah sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
Memasuki peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), ketegangan diperkirakan meningkat. Front Fakawele melontarkan ultimatum keras kepada perusahaan. “Kami pastikan tidak ada logistik yang bisa masuk. Kami akan lakukan boikot total,” kata Simon.
Nada serupa disampaikan Ketua Karang Taruna Waibulen, Hasan Safrudin. Ia menilai persoalan ini sebagai bentuk kelalaian serius yang telah merusak kepercayaan publik.
“Dampaknya nyata dirasakan masyarakat. Ini bukan persoalan kecil. Yang dibutuhkan sekarang adalah tindakan konkret, bukan sekadar klarifikasi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait tuntutan terbaru masyarakat tersebut.
Situasi di wilayah lingkar tambang kini berada dalam tekanan tinggi. Jika tidak segera ditangani, konflik dikhawatirkan akan semakin meluas dan berdampak pada stabilitas sosial maupun aktivitas industri di kawasan tersebut. (RJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!