ASN Kesbangpol Morotai Protes: TPP Dipotong, Pimpinan Tak Beri Penjelasan

Ia juga membantah jika pemotongan disebabkan ketidakhadiran dalam apel pagi. Menurut dia, banyak pegawai lain yang tidak terpantau kehadirannya, namun tidak mengalami pemotongan serupa.

“Jangan sampai ada perlakuan tebang pilih atau berdasarkan suka dan tidak suka,” ujarnya.

Terkait mekanisme pembayaran, ia mengaku telah mengonfirmasi kepada bendahara Kesbangpol. Dari penjelasan yang diterima, Surat Perintah Membayar (SPM) diterbitkan berdasarkan rekomendasi hasil pemeriksaan kehadiran oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

BACA JUGA  BPK Mulai Periksa Laporan Keuangan Pemkot Ternate

Namun, ia menyebut proses tersebut melibatkan beberapa tahapan internal, mulai dari pengawasan Kasubbag Kepegawaian, verifikasi Sekretaris Badan, hingga persetujuan Kepala Badan sebelum diajukan ke BKD.

Atas dasar itu, ia meminta kejelasan terkait pemotongan sekitar Rp 350 ribu dari TPP yang seharusnya diterima.

Ia menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan dan semangat solidaritas yang kerap disampaikan pimpinan dalam rapat internal.

BACA JUGA  Alasan Anjab, 3 Tahun Pemkab Taliabu 'Gantung' TPP ASN

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Badan Kesbangpol Pulau Morotai, Fahri Abdul Aziz, belum memberikan keterangan. Saat didatangi di kantornya, yang bersangkutan dilaporkan tidak berada di tempat. (RF/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah