Mandek di Dokumen, Proyek Pelabuhan Dufa-Dufa Ditagih DPRD: Jangan Sampai Kehilangan Dana Pusat

Ternate, Maluku Utara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate mendesak Pemerintah Kota Ternate mempercepat penyusunan dokumen studi kelayakan pengembangan Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II di Kelurahan Dufa-Dufa.

Desakan ini mencerminkan kekhawatiran legislatif atas lambannya tahapan awal proyek strategis yang dinilai krusial bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, M. Syaiful, menegaskan bahwa dokumen studi kelayakan merupakan pintu masuk utama sebelum proyek dapat direalisasikan. “Kalau dokumen ini lambat, maka seluruh proses pembangunan ikut tertahan,” ujarnya pada Rabu (8/42026).

BACA JUGA  Fasilitas Dishub Taliabu Rusak dan Terbengkalai, Jawaban Sekretaris Dinas Bikin Kaget

Syaiful mengakui bahwa penyusunan studi kelayakan bukan pekerjaan sederhana. Proses ini mencakup berbagai aspek, mulai dari analisis teknis, desain, hingga kajian ekonomi, lingkungan, dan dampak sosial. “Secara umum memang bisa memakan waktu hingga lima bulan karena harus komprehensif,” kata dia.

Namun, menurut dia, kompleksitas tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk berlarut-larut. DPRD, kata Syaiful, melihat adanya urgensi yang lebih besar, terutama terkait peluang pendanaan dari pemerintah pusat.

BACA JUGA  APBD Kota Ternate 2025 Turun Rp 53 Miliar

“Pemkot harus fokus. Ini bukan sekadar dokumen administratif, tapi penentu apakah proyek ini bisa segera jalan atau tidak,” ujarnya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah