Meski demikian, jaringan tersebut belum difungsikan secara penuh karena masih menunggu jadwal distribusi air dari PDAM.
“Airnya sebenarnya sudah mengalir, tetapi masih menunggu giliran distribusi dari PDAM. Rencananya pada 23 Maret baru dijalankan secara normal,” ujarnya.
Johan mengakui keterlambatan pekerjaan proyek tersebut disebabkan oleh kendala distribusi material, terutama pipa yang harus didatangkan melalui jalur laut. “Pipa yang sudah dimuat untuk dibawa ke Morotai sempat tertunda karena antrean kapal di pelabuhan, sehingga pengiriman material menjadi lambat,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai, Fahmi Usman, juga membenarkan bahwa proyek pemasangan pipa air bersih tersebut telah selesai dikerjakan oleh pihak kontraktor. “Alhamdulillah pekerjaannya sudah tuntas,” katanya.
Ia menambahkan proyek tersebut merupakan bagian dari program peningkatan layanan air bersih di wilayah Kota Daruba dengan pendanaan DAU tahun 2025 senilai lebih dari Rp3 miliar.
“Pekerjaan telah diselesaikan oleh pihak kontraktor sesuai dengan ketentuan yang ada,” pungkasnya. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!