Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 4 April 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, berbagai strategi pengamanan lalu lintas telah disiapkan, termasuk pengaturan arus kendaraan serta rekayasa lalu lintas seperti sistem contraflow dan one way di jalur tertentu.
Selain itu, sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu juga akan didirikan di beberapa titik guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Secara nasional, Operasi Ketupat 2026 melibatkan lebih dari 161 ribu personel gabungan yang akan disiagakan untuk memastikan kelancaran mudik Lebaran.
Fokus utama operasi ini adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk menjamin keamanan perjalanan para pemudik, pengamanan tempat ibadah, serta pusat-pusat keramaian.
Di akhir amanatnya, Kapolres Halmahera Tengah mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan profesional, humanis, dan penuh dedikasi.
Ia berharap melalui Operasi Ketupat Kie Raha 2026, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman dan nyaman. (RJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!