Bobong, Maluku Utara – Memasuki triwulan pertama tahun anggaran 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, tercatat belum menghasilkan satu rupiah pun. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap kinerja pengelolaan pendapatan daerah.
Kepala Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) Kabupaten Pulau Taliabu, Mesran Dagaso, mengakui bahwa hingga saat ini belum ada pemasukan PAD yang tercatat.
“Sampai saat ini belum ada PAD yang masuk, masih kosong,” kata Mesran kepada wartawan, belum lama ini.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan mengingat triwulan pertama biasanya sudah menunjukkan pergerakan awal penerimaan dari berbagai sektor pajak dan retribusi daerah.
Saat ditanya mengenai penyebab belum adanya realisasi pendapatan daerah tersebut, Mesran menyebut masalah utama berada pada data. “Data belum ada,” ujarnya singkat.
Namun ketika diminta menjelaskan lebih rinci data apa yang dimaksud, Mesran tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia juga tidak merinci sektor pendapatan mana yang mengalami hambatan, apakah berasal dari pajak daerah, retribusi, maupun sumber PAD lainnya. (RHM/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!