Ternate, Maluku Utara – Insiden dugaan intimidasi terhadap wartawan mewarnai laga kandang klub sepak bola Malut United FC di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Kasus ini kini berbuntut laporan polisi.
Bos klub sekaligus pemilik Malut United, David Glen Oei, bersama seorang official tim dilaporkan ke Polres Ternate atas dugaan intimidasi dan penghalangan kerja jurnalistik.
Laporan tersebut dilayangkan oleh Kantor Hukum Bahmi Bahrun & Partners, setelah insiden yang diduga melibatkan pemaksaan penghapusan rekaman video terhadap wartawan yang sedang meliput pertandingan di Stadion Gelora Kie Raha.
Kuasa hukum pelapor, Bahmi Bahrun, menilai tindakan tersebut merupakan bentuk penghalangan kerja jurnalistik yang tidak bisa ditoleransi. “Ini bukan sekadar arogansi personal. Ini serangan nyata terhadap kebebasan pers dan pilar demokrasi,” kata Bahmi, Senin (9/3/2026).
Insiden terjadi sekitar pukul 23.05 WIT. Saat itu sejumlah wartawan masih mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan menuju ruang ganti.
Seorang pria yang diduga official Malut United tiba-tiba menghampiri wartawan. Ia mempersoalkan aktivitas perekaman dan meminta agar video yang diambil segera dihapus. “Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” teriaknya.
Tidak berhenti di situ, oknum tersebut juga meminta steward stadion mengusir wartawan dari tribun, meski para jurnalis telah mengantongi ID Card resmi peliputan kompetisi BRI Super League.
Situasi memanas ketika oknum manajemen klub membuntuti perangkat pertandingan hingga ke ruang ganti wasit. Ia bahkan disebut sempat menggedor pintu ruang ganti dan melontarkan ancaman kepada wasit.
Akibatnya, perangkat pertandingan memilih bertahan di dalam ruang ganti selama sekitar satu setengah jam untuk menghindari situasi yang semakin tegang.
Baru sekitar pukul 00.20 WIT, setelah polisi dan steward memastikan kondisi aman, perangkat pertandingan akhirnya meninggalkan stadion.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!