Akademisi Sambut Baik Langkah Koordinasi Kemendagri dan Pemprov Malut dalam Tata Kelola Keuangan Daerah

Sofifi, Maluku Utara – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Provinsi Maluku Utara. Kegiatan tersebut bertujuan menyelaraskan regulasi, memperkuat tata kelola pemerintahan daerah, serta mensosialisasikan kebijakan agar pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berjalan lebih efektif dan berkualitas.

Rakornas tersebut melibatkan seluruh pemerintah daerah, termasuk Inspektur Daerah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Bappeda, serta Kepala Bapenda se-Maluku Utara.

BACA JUGA  Penyerahan Hasil Audit DD dan ADD Desa Losseng, Inspektorat Taliabu "Kembali" Berjanji

Menanggapi kegiatan tersebut, Akademisi Universitas Khairun Ternate, Dr. Azis Hasyim, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan APBD tidak dapat dinilai hanya dari narasi, melainkan dari sejauh mana anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Azis, keberpihakan APBD seharusnya tercermin dalam kebijakan konkret, khususnya pada alokasi anggaran untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA  Buntut Intimidasi, Serikat Buruh Desak IWIP Pecat Dua TKA Asal China : Ancam Mogok Kerja

“Pertanyaannya, apakah APBD Pemerintah Provinsi Maluku Utara tahun anggaran 2026 telah benar-benar mengakomodasi program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat? Ini yang harus dijawab oleh gubernur. Jangan hanya mengumbar narasi keberpihakan, tetapi tidak diikuti dengan kebijakan anggaran yang nyata,” tegas Azis, Kamis (29/1/2026).

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah