Ternate, Maluku Utara – Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Ternate hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Ternate, Sarif H. Sabatun, menyampaikan bahwa kondisi pembangunan masih sama seperti sebelumnya.
“Masih sama, belum ada perkembangan. Pembangunan gerai itu cuma dua saja, di Tafure dan Tabona, belum ada tambahan,” ujar Sarif saat diwawancarai di Bela Hotel Ternate, Rabu (21/1/2026)
Meski pembangunan gerai masih terbatas, Sarif mengatakan bahwa dari sisi kesiapan di tingkat kelurahan, Pemerintah Kota Ternate telah melakukan langkah awal. Seluruh kelurahan di Kota Ternate, sudah menginventarisasi lahan untuk mendukung pengembangan gerai KMP.
“Semua sudah inventarisasi lahan, dan kita sudah siapkan. Apabila ada penambahan pembangunan gerai, berarti kita sudah siap,” jelasnya.
Selain itu, ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UMKM, terdapat sekitar 13 lokasi lahan yang memenuhi syarat untuk pembangunan gerai KMP. Namun, hingga kini baru dua lokasi yang terealisasi karena keterbatasan anggaran.
“Lahan itu banyak yang tersedia, dalam daftar itu sekitar 13 yang memenuhi syarat, dan baru dua yang dibangun ini. Tinggal anggaran dari pusat, kalau sudah ada silakan bangun,” ungkapnya.
Menurut Sarif, kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan gerai KMP adalah belum tersedianya anggaran dari pemerintah pusat. Hal ini berdampak pada belum dicairkannya permodalan untuk KMP di tingkat kelurahan.
“Kendala yang dihadapi selama ini itu soal ketersediaan anggaran dari pemerintah, sehingga sampai saat ini baru dua gerai yang dibangun. Selain anggaran pembangunan gerai, permodalan untuk KMP sendiri juga belum dicairkan,” terangnya.
Meski demikian, ia berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi. Ia optimistis program KMP tetap menjadi perhatian dan akan didorong untuk segera berjalan. “Kita tunggu perkembangan. Bagaimanapun pemerintah pusat pasti akan mendorong itu secepatnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, pada Selasa (25/11/2025) Sarif menyebutkan bahwa kebutuhan lahan untuk satu gerai KMP idealnya seluas 20 x 40 meter. Selain dua lokasi yang saat ini dikerjakan, Pemerintah Kota Ternate juga menargetkan pembangunan enam gerai tambahan di beberapa kelurahan. Enam titik tersebut meliputi:
1. Kelurahan Akehuda – Lahan milik BMKG, 35 x 25 meter
2. Kelurahan Tarau – Lahan milik Dishub Kota Ternate, 42 x 29 meter
3. Kelurahan Tobololo – Lahan milik Pemkot Ternate, 35 x 25 meter
4. Kelurahan Sulamadaha – Lahan milik Pemkot Ternate, 35 x 25 meter
5. Kelurahan Jambula – Lahan milik Pemkot Ternate, 35 x 25 meter
6. Kelurahan Kalumata – Lahan milik Kecamatan, 30 x 20 meter
Sarif menegaskan bahwa jika pembangunan gerai terus berlanjut, semua area KMP di kelurahan berpotensi memperoleh fasilitas gerai masing-masing. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!