Saat Madrid Terjungkal, Kesadaran Publik Ikut Terpeleset

- Editor

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Faldan Agus

Faldan Agus

Oleh : Faldan Agus

Sepak bola sering dipuji sebagai bahasa universal, olahraga yang melintasi batas kelas, identitas, dan ideologi. Namun di balik euforia stadion, sorak layar kaca, dan fanatisme klub, terdapat persoalan sosial yang jarang disorot secara kritis: bagaimana sepak bola, sebagai industri hiburan massal, berpotensi melemahkan kesadaran masyarakat terhadap realitas kemiskinan struktural dan praktik penindasan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Maluku Utara, hiruk-pikuk sepak bola terutama laga besar seperti El Clásico sering menjadi jeda emosional di tengah tekanan hidup yang kian berat. Namun jeda itu perlahan berubah menjadi kelalaian kolektif. Saat masyarakat larut dalam perdebatan skor dan rivalitas klub Eropa, persoalan mendasar di daerah ini justru terus berjalan tanpa sorotan memadai.

BACA JUGA  Laut, Tambang, dan Tanggung Jawab Kampus

Kemiskinan struktural, ketimpangan pembangunan antar-pulau, konflik agraria akibat ekspansi tambang, serta minimnya akses layanan dasar masih menjadi realitas harian sebagian besar warga Maluku Utara. Ironisnya, isu-isu tersebut kalah ramai dibandingkan perbincangan 90 menit pertandingan di layar kaca. Sepak bola, yang seharusnya menjadi hiburan, tanpa disadari berfungsi sebagai pengalih perhatian dari kegagalan negara dan elite lokal dalam menghadirkan keadilan sosial.

Dalam perspektif sosiologi kritis, fenomena ini dapat dibaca melalui konsep false consciousness yang dikemukakan Karl Marx, yakni kondisi ketika kelas masyarakat gagal menyadari struktur ketimpangan yang menindas mereka karena teralihkan oleh simbol dan kesenangan semu. Sepak bola, dalam konteks ini, berfungsi sebagai instrumen distraksi kolektif bukan sekadar permainan, melainkan ruang pelarian emosional yang efektif dari kegagalan negara memenuhi hak-hak dasar warganya.

BACA JUGA  Menjaga Kebebasan Pers Berarti Meningkatkan Kualitas Hidup

Pemerintah daerah pun kerap tampil reaktif terhadap kritik, namun progresif dalam merayakan simbol-simbol keberhasilan semu. Infrastruktur dibangun, tetapi tidak selalu menjawab kebutuhan rakyat; investasi masuk, tetapi manfaatnya tidak merata. Dalam kondisi ini, euforia sepak bola menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk melupakan, meski hanya sementara, rasa frustasi terhadap ketimpangan yang tak kunjung selesai.

Masalahnya bukan pada sepak bola, melainkan pada kesadaran kita sebagai publik. Jika energi kolektif yang dihabiskan untuk membela klub asing tidak pernah dialihkan untuk mengawasi kebijakan publik, maka kekalahan sejati bukan dialami Madrid atau Barcelona, melainkan masyarakat Maluku Utara sendiri yang perlahan kehilangan daya kritis atas nasibnya. ***


Berita Terkait

Membaca Nalar Netizen Pembela Gubernur Sherly Dalam Perspektif Bourdieu, Foucault, dan Baudrillard
Pertanian Halmahera : Antara Oligarki Lahan dan Ketimpangan Kebijakan
Birokrat Lama ‘Kepung’ Sherly-Sarbin
RAPBD Maluku Utara 2026 ‘Penuh Sampah’
Dana Transfer, Orientasi Belanja, dan DPRD untuk RAPBD 2026
Tambang dan Garis Imajiner – Ekologi Dalam Perspektif Administrasi
Kapal Istana Negara : Ibu Kota Bergerak Negara Kepulauan
Paradoks Bacan : Permata Tanpa Rumah
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 20:29 WIT

Saat Madrid Terjungkal, Kesadaran Publik Ikut Terpeleset

Kamis, 6 November 2025 - 11:24 WIT

Membaca Nalar Netizen Pembela Gubernur Sherly Dalam Perspektif Bourdieu, Foucault, dan Baudrillard

Selasa, 28 Oktober 2025 - 23:03 WIT

Pertanian Halmahera : Antara Oligarki Lahan dan Ketimpangan Kebijakan

Jumat, 24 Oktober 2025 - 18:44 WIT

Birokrat Lama ‘Kepung’ Sherly-Sarbin

Minggu, 19 Oktober 2025 - 12:05 WIT

RAPBD Maluku Utara 2026 ‘Penuh Sampah’

Berita Terbaru

Rapat paripurna DPRD Halsel dengan agenda pengambilan keputusan atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait perubahan nomenklatur dan tipe 8 OPD, yang digelar di aula DPRD Halsel, Senin (12/01/2026).

Headline

DPRD Halsel Sahkan Perubahan Nomenklatur dan Tipe 8 OPD

Senin, 12 Jan 2026 - 21:17 WIT

Faldan Agus

Opini

Saat Madrid Terjungkal, Kesadaran Publik Ikut Terpeleset

Senin, 12 Jan 2026 - 20:29 WIT

Wagub Malut Sarbin Sehe memimpin langsung acara pelantikan puluhan pejabat baik eselon III maupun IV di lingkungan Pemprov Maluku Utara. Pengambilan sumpah jabatan berlangsung di aula Nuku, Kantor Gubernur Malut, Senin  (12/1/2026).

Headline

Wagub Maluku Utara Lantik Puluhan Pejabat Eselon III dan IV

Senin, 12 Jan 2026 - 20:21 WIT

Tampak salah satu mobil yang terparkir di area Hotel Bela, Ternate, tertimpa pohon tumbang.

Headline

Pohon Tumbang Timpa 4 Mobil di Area Parkir Bela Hotel Ternate

Senin, 12 Jan 2026 - 17:12 WIT

error: Konten diproteksi !!