Ia menjelaskan, data potensi yang valid akan memberikan gambaran nyata dalam proses evaluasi capaian PAD, sekaligus menjadi dasar perencanaan dan penetapan sumber-sumber pendapatan daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Lebih lanjut, Nasri mengingatkan agar Pemerintah Kota Ternate tidak terpaku pada sumber PAD yang selama ini telah berjalan. Ia menilai masih terdapat sejumlah potensi PAD lain yang belum tergarap secara optimal dan membutuhkan pemetaan serta pendataan yang lebih serius oleh OPD terkait.
“Saya meyakini, apabila seluruh OPD pengelola PAD menggunakan data potensi yang lebih akurat, maka PAD tahun 2026 akan mengalami peningkatan yang signifikan. Selain itu, hal ini juga dapat menekan potensi kebocoran,” katanya.
Nasri juga menekankan bahwa pengelolaan PAD harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, mengingat seluruh pendapatan daerah diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat. “Pengelolaan PAD harus transparan. Ini adalah uang rakyat yang harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan publik dan pembangunan,” pungkasnya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!