Bupati Morotai Soroti Transparansi Anggaran Desa dan SPPD Kades

Ia mengingatkan, persoalan disiplin dan administrasi kepala desa tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan masalah serius di kemudian hari jika tidak segera dibenahi. “Hari ini mungkin terlihat tidak ada masalah, tapi kalau tidak diperbaiki, ke depan akan terus menjadi persoalan,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala desa yang dinilai tidak maksimal. Menurutnya, ketidakdisiplinan justru merugikan kepala desa itu sendiri.

BACA JUGA  Pelantikan Anggota DPRD Pulau Morotai Diwarnai Unjuk Rasa

“Saya sangat memahami kepala desa, tapi semua kembali ke masing-masing. Kalau tidak peduli, hasilnya seperti ini, kegiatan penting saja banyak yang tidak hadir,” tegasnya.

Rusli turut menyoroti penggunaan anggaran perjalanan dinas yang dinilai belum transparan. Ia mempertanyakan realisasi anggaran puluhan juta rupiah per tahun jika kehadiran dalam kegiatan tidak jelas, termasuk pihak yang menandatangani SPPD kepala desa.

BACA JUGA  Genjot PAD, Pemkot Ternate Akan Terapkan Pengelolaan Pendapatan Berbasis Digital

“Misalnya anggaran perjalanan dinas Rp20 juta per tahun, itu digunakan untuk kegiatan apa saja? Selama ini siapa yang menandatangani SPPD kepala desa?” katanya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah