Lirik Tata Kelola Pariwisata, DPRD Buton Kunker ke Ternate

Dalam rapat koordinasi, kedua belah pihak juga membahas soal transportasi sebagai elemen kunci mobilitas wisatawan. Ternate sebagai pintu masuk utama Maluku Utara dinilai memiliki tantangan terkait distribusi transportasi laut menuju pulau-pulau lainnya, situasi yang juga relevan bagi Buton sebagai daerah kepulauan.

“Tadi dibahas soal transportasi karena kami melihat orang masuk ke Maluku Utara lewat Ternate. Distribusi dari Ternate ke pulau sekitar ini penting untuk kami pelajari, mengingat Buton juga daerah kepulauan,” jelas Sumarlin.

BACA JUGA  Pertengahan Tahun 2024, PAD Kota Ternate Belum Capai 50 Persen

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Ternate, Amin Subuh, menyatakan bahwa DPRD Buton ingin memahami lebih jauh tata kelola pariwisata yang selama ini diterapkan Pemkot Ternate. Ia mengakui bahwa pengelolaan pariwisata Ternate masih membutuhkan penguatan dan inovasi.

“Mereka ingin mengetahui lebih dekat bagaimana pengelolaan pariwisata di Kota Ternate, termasuk soal transportasi laut antardaerah kepulauan,” ujar Amin.

BACA JUGA  Tim Hukum Nurjaya Siap Bongkar Dugaan SPPD Fiktif DPRD Ternate

Amin menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong dinas terkait untuk mengembangkan destinasi wisata secara lebih maksimal. “Kita memang belum optimal, sehingga butuh inovasi baru untuk memperkuat sektor pariwisata. DPRD Buton pun melihat bahwa potensi Ternate sangat besar,” tutupnya. (RFN/Red2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah