Dalam rapat koordinasi, kedua belah pihak juga membahas soal transportasi sebagai elemen kunci mobilitas wisatawan. Ternate sebagai pintu masuk utama Maluku Utara dinilai memiliki tantangan terkait distribusi transportasi laut menuju pulau-pulau lainnya, situasi yang juga relevan bagi Buton sebagai daerah kepulauan.
“Tadi dibahas soal transportasi karena kami melihat orang masuk ke Maluku Utara lewat Ternate. Distribusi dari Ternate ke pulau sekitar ini penting untuk kami pelajari, mengingat Buton juga daerah kepulauan,” jelas Sumarlin.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Ternate, Amin Subuh, menyatakan bahwa DPRD Buton ingin memahami lebih jauh tata kelola pariwisata yang selama ini diterapkan Pemkot Ternate. Ia mengakui bahwa pengelolaan pariwisata Ternate masih membutuhkan penguatan dan inovasi.
“Mereka ingin mengetahui lebih dekat bagaimana pengelolaan pariwisata di Kota Ternate, termasuk soal transportasi laut antardaerah kepulauan,” ujar Amin.
Amin menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong dinas terkait untuk mengembangkan destinasi wisata secara lebih maksimal. “Kita memang belum optimal, sehingga butuh inovasi baru untuk memperkuat sektor pariwisata. DPRD Buton pun melihat bahwa potensi Ternate sangat besar,” tutupnya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!