Beberapa pelanggaran yang paling dominan ditemukan antara lain pengendara yang tidak memakai helm SNI, pengendara di bawah umur, penggunaan knalpot brong, serta tidak membawa atau tidak memiliki SIM.
Iptu Rizqi menekankan bahwa penindakan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan humanis. “Pendekatan edukasi kami intensifkan. Sekitar 95 persen penindakan adalah teguran tertulis, hanya 5 persen yang dilakukan dengan tilang manual,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Menurutnya, pola operasi lebih mengutamakan edukasi dan tindakan preemtif turut berkontribusi terhadap menurunnya angka pelanggaran dibandingkan tahun sebelumnya. Masyarakat dinilai lebih menerima pendekatan persuasif yang bertujuan meningkatkan kesadaran keselamatan.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk keselamatan bersama. Operasi Zebra ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Natal dan Tahun Baru, sehingga mobilitas masyarakat nanti dapat berlangsung aman dan nyaman,” akhirinya. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!