Lebih lanjut, Andi mengungkapkan bahwa total anggaran sebesar Rp371 triliun itu akan dialokasikan secara selektif berdasarkan komitmen daerah dalam mendukung program hilirisasi.
“Anggaran tidak akan diberikan begitu saja. Hanya bupati, wali kota, dan gubernur yang benar-benar serius yang akan kami berikan bantuan. Karena kalau hanya pemerintah pusat yang serius, program ini tidak akan berhasil,” tegasnya.
Untuk Maluku Utara, pemerintah pusat akan memfokuskan pada dua komoditas utama, yaitu kelapa dan pala, sesuai potensi daerah. Selain itu, Kementerian Pertanian juga berencana menambah dua perusahaan pengolahan kelapa di wilayah tersebut.
“Saat ini baru ada dua perusahaan kelapa di Maluku Utara. Kami berencana menambah dua lagi untuk memperkuat hilirisasi,” ujarnya.
Ia juga mengimbau generasi muda agar tidak ragu terjun ke sektor pertanian dan perkebunan. Pemerintah, katanya, siap memberikan dukungan berupa bibit dan fasilitas pendukung lainnya.
“Total lahan yang kami tanami di seluruh Indonesia mencapai 870 ribu hektare atau hampir satu juta hektare. Program ini menyerap sekitar 1,6 juta tenaga kerja dan akan terus berlanjut hingga Indonesia benar-benar menjadi pusat rempah-rempah dunia,” pungkasnya. (RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!