Hasbi mengatakan, masih terlalu jauh mengklaim ribuan hektar tanah yang diklaim untuk pembuatan pangkalan udara tidak produktif. Padahal jika dimanfaatkan oleh masyarakat jauh lebih produktif.
“Oleh karena itu, kunjungan saya juga memantau soal itu, dan saya juga sudah mendengar keluhan dari masyarakat. Maka kami akan menyampaikan soal ini juga untuk mencari jalan keluar sehingga ada tata ruang yang transparan, ” imbuhnya.
Hal ini dilakukan, agar masyarakat bisa memahami dimana ruang pangkalan TNI AU dan dimana ruang masyarakat membuat perumahan, agar tata kota di Morotai juga bisa berkembang.
“Saya juga mendengar bahwa pemerintah sulit untuk membangun ruang kota karena dibatasi oleh klaim kepemilikan oleh TNI AU. Saya kira ini juga kita patut mencari jalan keluar bersama,” pungkasnya. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!