Namun dibalik optimisme ini, tersimpan catatan kritis. Di mana tanpa dukungan infrastruktur yang merata dan peningkatan kapasitas SDM secara konsisten, digitalisasi hanya akan menjadi slogan kosong. Pemerintah daerah ditantang untuk tidak berhenti pada sosialisasi, melainkan melanjutkan dengan pendampingan intensif, evaluasi berkala, serta penyediaan sarana penunjang di lapangan.
“Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Halmahera Tengah menapaki babak baru pendidikan berbasis teknologi. Sebuah langkah maju yang perlu diikuti dengan keberanian politik dan keberlanjutan kebijakan, agar digitalisasi tidak hanya menjadi wacana, tapi benar-benar hadir di ruang kelas dan kehidupan siswa,” tutur Muksin.
Sementara Kepala Bidang GTK Ridwan Sahruddin menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman teknis dan strategis mengenai pemanfaatan aplikasi Rumah Pendidikan sebagai alat bantu pembelajaran, manajemen sekolah, serta peningkatan mutu layanan pendidikan berbasis teknologi.
Ridwan Sahruddin,menekankan pentingnya kesiapan sekolah dalam menghadapi era digitalisasi. Diharapkan, aplikasi ini dapat menjadi instrumen penting dalam mendorong keterbukaan informasi, efektivitas administrasi, dan inovasi pembelajaran.
“Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan program pendampingan dan penguatan kapasitas guru secara bertahap di seluruh kecamatan,” tandas Ridwan Sahruddin. (*RJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!