Ironisnya, jalan ini bukan jalur sembarangan. Akses tersebut merupakan jalur alternatif tercepat yang menghubungkan dua kampus besar, Universitas Muhammadiyah Ternate dan Universitas Khairun, sekaligus jalur utama warga menuju kebun. Bagi tukang ojek, jalan ini vital sebagai rute cepat untuk mengantar penumpang.
Pantauan Haliyora.id, di lapangan menunjukkan kondisi jalan sangat memprihatinkan. Lubang menganga, bebatuan tajam, serta pasir yang meluber di badan jalan membuatnya rawan kecelakaan. Namun, pemerintah terkesan menutup mata, seakan menunggu korban jatuh lebih banyak sebelum mengambil langkah nyata.
Warga menilai, sikap abai ini menunjukkan lemahnya komitmen Pemkot Ternate dalam menyediakan infrastruktur dasar yang aman bagi masyarakat. Padahal, perbaikan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan warga dan roda perekonomian lokal. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!