Sebelumnya, proyek embung di Tafraka Pulau Hiri mendapat sorotan luas publik Maluku Utara. Aliansi Pemuda dan Masyarakat Anti Korupsi Maluku Utara menilai proyek dengan anggaran sebesar itu dikerjakan asal-asalan.
Publik menilai letak embung yang berdekatan dengan pemukiman warga berpotensi membahayakan keselamatan warga. Dinding yang retak berisiko ambruk dan menimbulkan longsor, banjir, hingga genangan air ketika curah hujan tinggi.
Atas temuan tersebut, publik mendesak aparat kepolisian segera memanggil kontraktor pelaksana, pejabat pembuat komitmen (PPK), hingga konsultan pengawas proyek untuk dimintai keterangan. (Riv/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!