Sry juga menegaskan bahwa sejak dirinya diangkat menjadi ASN pada tahun 2010, ia tidak pernah melihat nama yang dimaksud terlibat dalam aktivitas mengajar di SD Negeri 33.
“Saya jadi ASN sejak 2010, dan saya tidak pernah melihat nama itu honor di SD ini. Sekarang baru tiba-tiba dipaksa keluarkan rekomendasi,” katanya.
Sementara itu, Camat Morotai Timur, Jainudin Pajula, menegaskan bahwa tidak pernah mengeluarkan bahasa ancaman atau pemaksaan.
“Bahasa ancaman seperti itu tidak pernah ada. Dan saya siap bertanggung jawab pernyataan yang ada itu,” tegas Jainudin saat dikonfirmasi media ini melalui telepon seluler, Jumat (12/09/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!