Ia menambahkan bahwa dapur MBG harus memenuhi sejumlah kriteria penting, mulai dari kelayakan fasilitas, standar kebersihan, keamanan pangan, hingga kapasitas produksi untuk melayani masyarakat secara optimal.
“Dapur MBG bukan hanya soal tempat, tapi juga tentang kemampuan memproduksi makanan bergizi dalam jumlah yang cukup dan dengan standar kebersihan tinggi. Lokasi juga harus mudah diakses oleh masyarakat penerima manfaat, terutama anak-anak dan ibu hamil,” jelasnya.
Rio menegaskan, meskipun belum ada keputusan final, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menyukseskan implementasi program MBG di Pulau Morotai.
“Ini adalah program strategis nasional yang kami harap dapat membantu menurunkan angka stunting dan meningkatkan status kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan,” tandasnya.
Tim dari Kemenko Pangan, BGN, dan Pemkab Morotai akan melakukan evaluasi lebih lanjut melalui forum diskusi kelompok (FGD), dengan mempertimbangkan aspek fasilitas, kebersihan, dan kapasitas produksi. Hasil peninjauan ini akan menjadi dasar dalam menentukan lokasi dapur MBG yang definitif di Pulau Morotai. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!