Ia menambahkan, meskipun kelompok-kelompok ini masih mengidentifikasi diri sebagai bagian dari Islam, namun penafsiran dan praktik mereka dinilai berbeda. Karena itu, pihak Kemenag terus berupaya melakukan pendekatan dan pembinaan, meski kerap menghadapi tantangan karena sifat kelompok-kelompok tersebut yang cenderung tertutup.
Salah satu kelompok yang disorot adalah Ahmadiyah, yang meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi atau mujaddid setelah Nabi Muhammad SAW. Keyakinan ini dinilai menyimpang, mengingat mayoritas umat Islam meyakini Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir.
Selain itu, juga berkembang varian lokal dari mazhab Syi’ah, yakni Syi’ah Jamalia. Menurut La Sengka, aliran ini mengalami penyesuaian dengan konteks budaya lokal sehingga muncul perbedaan dalam praktik keagamaannya dibandingkan dengan mazhab Syi’ah pada umumnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!