Ternate, Maluku Utara – Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan 2 unit kapal Billfish yang ditangani tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara kembali disoroti publik.
Pasalnya, kasus yang ditangani Kejati Maluku Utara ini belum juga ada progresnya. Padahal, tim penyidik sudah melakukan pemeriksaan ke sejumlah saksi, termasuk mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara, Abdullah Assagaf.
Sejumlah pejabat strategis di Pemprov Maluku Utara yang turut diperiksa di antaranya, Ahmad Purbaya selalu Kepala BPKAD, satu terpidana kasus suap AGK yakni mantan Sekretaris DKP Maluku Utara, Ridwan Arsan, juga Bendahara DKP, Azwar. Mereka diperiksa mengenai aliran uang di proyek tersebut.
“Publik perlu mengetahui perkembangan kasus tersebut, apakah kasus yang kini lama tidak mencuat ke publik karena perhitungan kerugian keuangan negara yang belum selesai, ataukah berkas perkara tersebut mengendap di meja penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku Utara,” kata praktisi hukum Agus R. Tampilang kepada Haliyora.id, Selasa (22/7/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!