Weda, Maluku Utara – Proyek pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi tahap IV yang berlokasi di Desa Lembah Asri, Kecamatan Weda Selatan, Halmahera Tengah, menjadi sorotan publik. Proyek dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp16,933.082.000,06 miliar itu diduga kuat dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, indikasi penyimpangan paling mencolok terlihat pada pekerjaan pasangan batu. Batu-batu yang seharusnya disusun menggunakan campuran semen dan pasir (spesi) sebagaimana standar konstruksi, justru hanya disusun begitu saja, kemudian semen dilempar dari atas dan langsung diplester, tanpa ikatan kuat antar batu.
“Ini bukan teknik bangunan, ini akal-akalan. Kami khawatir bangunan ini tidak akan bertahan lama,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Selasa (15/7/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!