Lebih lanjut, Muammil menjelaskan bahwa realisasi dari sektor retribusi dan lainnya juga menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Pemkot Ternate agar mengambil langkah konkrit untuk meningkatkan capaian pada kedua pos tersebut agar dapat mencapai di atas 50 persen dari target yang telah ditentukan.
“Realisasi dari retribusi dan PAD lainnya yang sah masih sangat rendah, sehingga perlu ada upaya ekstra untuk mendorong kedua sektor PAD tersebut demi mencapai target yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Sebelumnya di media ini pada 7 Juli 2025 lalu, Wakil Walikota Ternate, Nasri Abubakar, mengakui tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan PAD di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Meski begitu, ia tetap optimis bahwa Pemkot dapat mencapai target PAD dengan menerapkan langkah-langkah strategi, termasuk revitalisasi unit-unit penghasil PAD seperti di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Perhubungan (Dishub), serta Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BP2RD).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!