Menurutnya, mayoritas penderita merupakan warga lokal Pulau Morotai dan menetap di daerah tersebut. “Bukan pendatang atau warga yang pernah tinggal di luar daerah lalu kembali. Mereka adalah warga asli Morotai,” tegasnya.
Meski demikian, Dinkes belum dapat memastikan apakah seluruh kasus tersebut merupakan hasil penularan lokal atau berasal dari interaksi dengan pihak luar.
“Kami belum bisa menyimpulkan apakah penularannya terjadi di Morotai atau dibawa dari luar. Masih perlu kajian lebih lanjut,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!