Ia menjelaskan drone ini dapat dikendalikan dari jarak jauh dengan menggunakan ponsel.
Sejumlah pengguna media sosial menyebut drone itu mirip dengan lebah robotik yang film serial Black Mirror: Hated in the Nation.
Pengguna media sosial lainnya mengatakan teknologi ini mungkin terlihat seperti mainan, namun faktanya dapat berubah menjadi salah satu alat pengintaian paling berbahaya yang pernah dibuat.
Sejauh ini drone itu dirancang untuk zona perang. Kedepannya berpotensi digunakan di bidang kedokteran, pertanian, dan bantuan bencana yang tidak dapat dijangkau oleh manusia.
Meski begitu para ahli memperingatkan potensi peretasan dan penggunaan untuk kejahatan. Misalnya menurut ahli pertahanan Timoty Heath, drone seperti ini rentan dipakai untuk mencuri password atau data sensitif lain.
Ada pula ahli yang khawatir alat semacam ini dipakai untuk menyebarkan virus mematikan atau bahan berbahaya lainnya. Belum lagi bahaya jika alat ini beroperasi secara otonom. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!