Sejak awal letusan Gunung Dukono pada tahun 2003 sampai saat ini, status gunung tersebut masih tetap pada level II siaga. Jarak antara pemukiman warga dan aktivitas gunung api tergolong dekat, yakni hanya 10-15 km dari bibir kawah.
“Warga selalu waspada karena jarak yang dekat, dan erupsi masih berlangsung hingga saat ini,” tegasnya.
Keadaan ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat dan perlunya tindakan preventif agar kesehatan warga tetap terjaga. Warga diimbau untuk tetap berkomunikasi dengan pihak yang berwenang dan mengikuti informasi terbaru terkait perkembangan gunung berapi. Kesiapsiagaan sangat penting demi keselamatan bersama.
Hingga Minggu sore (15/6), abu vulkanik dari erupsi Gunung Dukono terpantau menutupi pemukiman penduduk termasuk di wilayah Galela. (Mg02/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!