Di Tengah Kesunyian, Perpustakaan Daerah Kota Ternate Kejar Predikat Tertinggi

Tahun ini, anggaran pengadaan buku bahkan nihil, kenyataan yang membuat rak-rak perpustakaan bertahan dengan koleksi lama, tapi semangat tetap baru, tak padam.

Meski dalam keterbatasan ruang fisik, Dispersip tak kehilangan akal. Lewat kerja sama dengan Perpusnas RI, akses terhadap 10 ribu buku digital kini tersedia. Sebuah jendela virtual dibuka lewat 10 komputer yang terhubung ke sistem pinjam digital.

“Kalau buku cetak belum ada, masyarakat bisa pinjam lewat aplikasi. Ada durasi peminjaman, dan jika lewat, akses akan otomatis ditutup,” terang Safia. Pojok Baca juga hadir di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), memberi ruang alternatif bagi mereka yang dahaga akan bacaan.

BACA JUGA  Dana Hibah Pilkada Sula Cair 40 Persen, Minus Anggaran Pengamanan

Di tengah segala keterbatasan, Safia menegaskan satu hal tak berubah, komitmen. Bahwa membaca harus tetap hidup. Meski tak semua pintu terbuka, perpustakaan harus terus menjadi rumah yang ramah bagi pengetahuan.

Bagai cahaya kecil dalam lorong gulita, perpustakaan ini belum sempurna, tapi tetap berjalan meski tertatih. Ia masih mencari ruang untuk tumbuh, buku untuk dibeli, dan kepercayaan untuk diraih. Akreditasi A mungkin masih jauh, namun semangat untuk menggapainya sudah hadir di setiap halaman buku, juga di hati para penjaganya di kantor yang terletak di Jalan Stadion, Kelurahan Stadion, Kecamatan Ternate Tengah itu. (Mg04/Red2)

BACA JUGA  Di Halsel, Harga Cabai dan Tomat Meroket
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah