Ia menyebutkan, proyek serupa yang dikerjakan CV. Karya Jasa Konstruksi dengan nilai kontrak Rp 1.496.296.638,16 juga baru cair sebesar 30 persen. Belum maksimalnya pencairan disebabkan pekerjaan tidak rampung hingga 31 Desember 2024, sehingga kontraktor mendapat perpanjangan kontrak hingga tahun 2025.
“Keterlambatan ini disebabkan penyedia tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Bila selesai di akhir 2024, tentu pencairan anggaran bisa 100 persen,” tegas Nurhayati.
Meski demikian, ia memastikan pembayaran tetap akan dilakukan setelah anggaran disesuaikan dalam APBD Perubahan tahun ini. “Tetap dibayar, bukan tidak dibayar. Hanya saja menunggu proses anggaran yang berjalan di 2025,” pungkasnya memastikan.
Diketahui, proyek pembangunan pasar kuliner ini terdiri dari dua segmen, yakni 10 unit bangunan dikerjakan oleh CV. Gelora Bhakti Mandiri dan 8 unit oleh CV. Karya Jasa Konstruksi, dengan nilai kontrak masing-masing seperti disebutkan Nurhayati. Total pagu proyek mencapai Rp Rp 3.496.321.947,96.
18 unit bangunan tersebut telah selesai dibangun sebulan lalu, namun, keterlambatan pencairan berakibat pada pembayaran utang kontraktor kepada pihak ketiga.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!