“Stok dari petani sangat terbatas, kami terpaksa membeli dengan harga tinggi. Cabai keriting kami beli di petani Rp70 ribu per kilo dan rica nona Rp 80 ribu. Padahal, di Halut banyak yang menanam cabai,” ungkap Dede, salah satu pedagang di Pasar Tobelo, Rabu (07/05/2025).
Komoditas cabai keriting dan rica nona selama ini disuplai langsung dari petani lokal. Namun, distribusi yang tidak merata menyebabkan pedagang eceran di pasar kesulitan mendapatkan pasokan.
“Stok sebenarnya masih ada, tapi karena pembeli dari luar daerah seperti Weda sering membeli dalam jumlah besar langsung dari petani, kami yang berdagang di sini jadi kesulitan. Akhirnya, sesama pedagang harus saling berebut meski harganya mahal,” keluh Dede. (Mg02/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!