Lebih lanjut, pegawai tersebut mencurigai bahwa ancaman penggantian pegawai itu adalah bagian dari strategi Khairil untuk memasukkan konco-konconya dari Pemkab Pulau Morotai ke dalam struktur BPBJ.
“Saya melihat ada tiga pegawai baru yang datang ke kantor gubernur. Setelah bertanya, ternyata mereka adalah pegawai pindahan dari Morotai. Jika mereka berkualitas, itu masih bisa diterima, tetapi jika tidak, tentu ini menjadi masalah besar bagi kinerja ASN di sini,” tutupnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan resmi dari Khairil Hi. Hukum terkait kisruh di acara BPBJ Malut. (RFJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!