Ternate, Maluku Utara – Anggota DPD-RI, R. Graal Taliawo, turut menyoroti tingkat kerawanan pangan di 49 kecamatan yang berada pada 8 kabupaten di Maluku Utara.
Graal menilai, jika ukuran pangan dilihat sama dengan nasi (beras), maka Maluku Utara akan mengalami kerentanan, mengingat ladang produksi beras hanya berada di dua Kabupaten, Halmahera Timur, dan Halmahera Utara.
“Jika ukuran pangan sama dengan nasi (beras) kita akan mengalami kerentanan, dua Kabupaten sebagai penyuplai beras Maluku Utara, Halmahera Timur dan Halmahera Utara juga tidak cukup, sehingga kita harus bergantung ke Surabaya dan Sulawesi,” ujarnya kepada Haliyora.id, Kamis, 24 April 2025.
Pangan lokal Maluku Utara menjadi rekomendasi untuk membangun ketahanan pangan, dengan beberapa jenis tanaman yang bisa dibudidayakan berupa pisang, ubi talas, ubi kasbi, dan beberapa jenis tanaman lain yang dapat dikembangkan.
“Ada Desa Sowoli di Haltim, saya sempat berkunjung kesana dan bertanya kepada masyarakatnya, kalian disini kalau tidak ada lagi beras, kalian makan apa? Mereka menjawab, ada pisang, kasbi,” tegas Graal.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!