Kartini dan Boki Fatimah Hadir di Diskusi Pelajar MTS Sidanga Halmahera Selatan

Sementara, Sarwan Aras S.Pd, salah satu guru setempat yang juga narasumber diskusi menegaskan pentingnya kaum hawa berperan dalam melakukan perubahan. Konteks perjuangan tersebut dengan meneruskan perjuangan R.A Kartini lewat belajar, membaca berdiskusi dan menyampaikan kebenaran. 

“Selain itu ada juga perempuan lain memperjuangkan hak perempuan yakni Boki Fatimah yang perjuanganya itu melalui Pers,” tutur Sarwan.

Dikutip dari berbagai sumber, Boki Fatimah adalah angkatan pertama dan perintis awal jurnalis perempuan di tanah Hindia Belanda. Dia bersama Tirto mendirikan terbitan Perempuan pertama milik Bumiputera berbahasa Melayu Lingua Franca, bernama Poetri Hindia.

Tahukah anda jika Boki Fatimah adalah wanita asal Halmahera Selatan, Maluku Utara. Dia adalah keturunan ningrat, putri Kesultanan Bacan, yang menikah dengan Tirto Adhi Soerjo. Tirto adalah seorang tokoh pers dan tokoh kebangkitan nasional Indonesia. Ia dikenal juga sebagai perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional Indonesia. Namanya sering disingkat T.A.S. Tirto menerbitkan surat kabar Soenda Berita, Medan Prijaji dan Putri.

BACA JUGA  Dicurigai Dalang Kelangkaan Mita di Sula, PT. Sanana Lestari Membantah

Boki Fatimah berjasa besar membantu Tirto melalui perannya melahirkan surat kabar pertama di Indonesia, Medan Prijaji, yang didirikan oleh Tirto Adhi Soerjo. 

Tak banyak sejarawan yang mengulas tentang Prince Boki Fatimah dalam jejak perjuangan wanita dalam pergulatan pers Indonesia kala itu. Namun Pramoedya Ananta Toer pernah menulis dan menceritakan tentang kisah Boki Fatimah sebagai sebuah kisah sejarah dalam bukunya Sang Pemula, dan kisah Boki Fatimah dalam cerita fiksi Roman Tetralogi Pulau Buru, terutama Boki Fatimah diceritakan di buku ketiganya, Jejak Langkah.

BACA JUGA  Jelang STQN, Gubernur AGK Bakal Bongkar Kabinet

Perjuangan R.A Kartini dan Boki Fatimah, adalah salah satu kisah yang mengemansipasi kaum wanita di era modern ini.

Mengutip beberapa tulisan Pramoedya Ananta Toer bahwa Indonesia sebagai sebuah Nation State (Negara Bangsa), proses perubahan penting dan mendasar pada setiap zamannya, selalu saja digerakkan dan dipelopori oleh angkatan muda. (Mg01/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah