Hasil rapat tersebut menunjukkan bahwa fokus utama akan difokuskan pada beberapa daerah di Jawa yang berpotensi menjadi titik konsentrasi mobilisasi massa. Kendati demikian, ia mengingatkan agar Maluku Utara tetap waspada. “Ada tiga daerah yang perlu mendapat perhatian khusus, yakni Tobelo, Weda, dan Obi. Pengamanan dan antisipasi di lokasi tersebut perlu ditingkatkan,” kata Kapolda.
Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Daerah Maluku Utara, Laksma TNI Hamzah Widodo, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh upaya Polda Maluku Utara dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Hamzah menegaskan bahwa Badan Intelijen Daerah Maluku Utara akan terus memperkuat koordinasi dan berbagi informasi strategis dengan kepolisian, terutama dalam mengantisipasi potensi peningkatan ancaman keamanan yang diperkirakan terjadi pada bulan Mei.
“Kolaborasi yang solid antara Badan Intelijen dan Kepolisian sangat penting untuk meredam potensi konflik dan menjaga situasi tetap kondusif,” ungkap Kapolda seraya berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan. (Riv/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!