Ia juga mengungkapkan bahwa insiden di ruangan pelayanan bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, tiga warga sempat terjatuh akibat lantai yang licin karena tetesan air dari kebocoran atap. “Kalau hujan, ruangan itu memang sering bocor. Air menetes, dan kalau tidak hati-hati bisa jatuh,” katanya.
Terkait anggaran perbaikan, Eko menyebut bahwa dana pemeliharaan kantor telah dicairkan sejak tahun 2024, namun hingga kini belum ada perbaikan. “Memang anggarannya sudah cair, tapi belum diperbaiki. Saya tidak tahu pasti jumlahnya berapa,” tuturnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, pagu anggaran BPKAD Pulau Morotai pada 2023 tercatat sebesar Rp 9,25 miliar, dengan realisasi sebesar Rp 7,59 miliar hingga 31 Desember 2023.
Sementara pada 2024, pagu anggaran meningkat menjadi Rp 10,65 miliar, dengan realisasi Rp 8,95 miliar hingga 14 November 2024. Anggaran pemeliharaan kantor termasuk dalam alokasi tersebut. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!